Bebas

Campurkan semua pikiran dan kesenangan.!

Flickr Images

Dia yg ku pilih sebagai yg tercinta, harap selalu bersama memilih untuk berpisah, membuka lebar penutup hatinya, paksa aku yg tinggal didalam keluar dengan lembut.
Aku keluar melangkahkan kaki dari dalam hati, dengan hati terselimuti kedinginan dan banjir air mata.
Apakah aku keluar dengan air mata kesenangan bukan kesedihan?
Mungkinkah aku pergi darinya tanpa hancur hati yg ku punya?
Banyak waktu dan kenangan yg terlewati dan terhadapi, banyak tawa dan tangis yg dilakukan bersama.
Kesenangannya tak kusesalkan, airmata berharga yg membuat ku merugi.
Bukan hanya perasaan dan pikiran yg telah diberi, tapi hati dan otak yg ku keluarkan denhan tangan ku sendiri.
Dengan senyuman ku ikhlaskan semua yg terjadi, tp tak mungkin.!
Hanya tinggal satu senyuman lagi untuk mu.!
Hanya tinggal satu kemarahan lagi untuk mu.!
Dan aku akan meramaikan kekosongan hanya dengan diri ku sendiri.!
Kau yg meminta aku pergi kenapa menangis, apakah keinginan kesedihan adalah baik dan harus dituruti.?
Apakah kesedihan itu murni keinginan hati bukan emosi.?
Diawali dengan kesenangan diakhiri dengan kesedihan.
Apakah hal yg diawali dengan air mata diakhiri dengan dengan canda tawa.????
Satu hal yg terang terlihat, kita mengakhiri untuk memulai lagi.!
Mungkinkah aku yg paling baik dikehidupanmu dan yg paling buruk.?
Mungkinkah aku yg paling kau cinta dan yg paling kau benci.?
Mungkinkah aku tawa mu dan tangis mu.?
Mungkinkah aku sabarmu dan emosi mu.?
Mungkinkah aku yg paling setia dan paling berkhianat.?
Mungkinkah aku penjaga dan penghancurmu.?
Jika iya, bearti aku yg paling sempurna dalam hidup mu.!

Bodoh terulang berulang - ulang (Kesalahan)

Lama sebelum aku di tinggal tak ku tau, terjadi pada ku baru ku tau.
Tak memikirkan dan membutakan waktu depan, salah berulang - ulang yang bodoh.
Pura - pura bodoh, atau memang memohon untuk bodoh.
Buang hati, indah, pintar dan gampang semua.
Memasukkan semua yang ingin.
Mencoba berjuang lagi, datang campur tangan lagi, pura - pura baik dengan kemuak kan.
Menghianati ketulusan mencoba sesuatu yang baru memulai dari awal.
Menjauh kan kedekatan. putuskan jembatan penyebrangan.
Atau.
Memohon ampun, mengemis ampun, putar balik badan.

Lupakan ku sementara, berpikir sementar untuk pergi selamanya.
Jauh hati, jauh fisik, jah kata, jauh pikiran.
Banjiri kata semua isi hati.
Memohon do'a kabulkan Tuhan semua tak ada rasa.

Semua permintaan dulu ku bantah halus seakan turuti.
Menjaga ketat dan terkurung dia di pandanganku.
Tak pernah sekeinginan, tak pernah tau pikiran nya temtamg otak ku.

Apapun yang terjadi dulu, sekarang dan nanti.
Tak pernah berujung.
Kembali, pergi dan kembali.

Aku pun Mampu Berbohong.

Semua yang terjadi aku membenci muak, muak, anggap mu bohong walau jujur.
Yang ku lakukan tertawa di wajahmu dengan ludah terbang di wajah mu.
Semua yang terjadi aku menunduk di depan mu, memohon untuk diseret dan bunuh aku.
Tak tahan dengan sikap mu.
Yang mana yang kamu inginkan aku melakukan pada mu?
Semua yang ku lakukan membunuh mu, sebelumnya siksa kamu benci aku sampai mati mu.
Mau kah ingin mu?
Mencoba pertahankan mu sampai benci rahim yang keluarkan aku, apa balasan mu?
Aku tau siapa kamu luar dalam dan atas bawah.
Kini ku tau kamu, anggap bohong aku yang menyentuh pertama, rendah dimataku.
Bohong, masa lalu, masa sekarang, masa depan, semua hidup mu bohong.
Peluk dan bunuh aku, setubuhi dan bunuh aku.
Kamu, keinginan yang terbaik dapat untuk mu sekarang.
Nikmati dia jangan di tunda.
Sejujurnya aku masi ingin mu sekarang.
Sejujurnya aku masi butuh mu sekarang.
Sejujurnya kamu masi satu di hati ku sekarang.
Sejujurnya aku membanggakan mu sekarang.
Sejujurnya aku meninggikan mu sekarang.
Sejujurnya Kamu ku muliakan sekarang.
SEJUJURNYA SEMUA ITU BOHONG KU.!

Tulisan Pria Putus Asa

Lewati dan trima semua dengan senyum yg di palsukan, sandiwara seakan senang.
Tahan ketidak tahanan tepat pada waktu terjatuh.
Butuh ketidak warasan untuk gila sementara, dengar saran tak berguna tanya teman.
Bodoh untuk memohon, sakit untuk dibiarkan, dia memiliki ku sesukanya.
Menciptakan pintu masuk sendiri untuk keluar dari ketergantungan, kumpulkan tenaga, tinggalkan dia penuh penyesalan ku.
Ingat ku waktu ketika kasmaran, waktu hanya untuknya, sekarang kehilangan mulut untuk berkata, kehilangan otak untuk waras, kehilangan rasa untuk kenikmatan, kehilangan waktu untuk ku putar.
Paksa awan berhenti untuk dengarkan keluh kesah hatiku, tapi lebih memilih angin untuk membawanya terbang meninggalkan ku.
Baca tulisan yang pikiran ku khayalkan dengan akhir cerita sama yang memuakkan nya.
Khayalan tentang tulisan seorang pria yang putus asa.

Dia membuatku mengejarnya dan berlari melawan badai untuk memeluknya.
Tapi ketika badai berlalu dan tanpa halangan ku raihnya, letih ku merajai tubuh dan tak sanggup lagi walau dia menunggu.
Selalu menyesal akan ke tak mampuan membuatnya terima aku, hari - hari peniuh lagu dan cerita kesedihan.
Membuatku takut membuka hati terima hati baru, karna aku bajingan lemah yang memalukan.
Membuatku takut membuka hati terima hati baru, karna aku pria bodoh yang tak berharga.

Terlihat Keburukan yang Hilangkan Kesempurnaannya Adalah Aku.

Selalu memberanikan diri menjadi semua keinginan dan miliki semua, raih semua ingin yang dia mau dan menjadi seperti itu.
Selalu memberanikan diri dan selalu ingat kekurangan dalam hidup dan ku raih hanya dengan kata - kata khayalan bisa ku sekarang.
Tapi tak sanggup memberanikan diri untuk tetap membuat dia bertahan, tak sanggup memberanikan diri memberikan kelayakan yan pantas buat dia.
Sekarang.!
Berbelok jauhi jalan menujunya. (Kembali dan balik kan badan sekarang)
Hanya ingin mengasing kan diri biarkan lah aku. (Kembali dan balik kan badan sekarang)
Ingin hidup kembali sendiri bersama khayalan. (Kembali dan balik kan badan sekarang)
Semua yang ku miliki dulu adalah sampai aku mati. (Kembali dan balik kan badan sekarang)
Terlihat keburukan yang hilang kan kesempurnaan nya adalah aku.

Ingat semua perkataan orang - orang terdahulu, ingat semua batas kerendahan sekarang akan pasti ku lewati.
Selalu mendangar semua itu walau tak pernah mereka ucapkan lagi, banding kan semua yang lebih baik dariku.
Semua itu bukan aku dan diri ku saat itu, mencoba yang dia mau, selalu ada halangan untuk peyempurnaan kesabaran.
Patahkan kejujuran yang terjadi.